Pemerintah Bersama TNI/Polri di Kabupaten Kepulauan Mentawai Gelar Vaksinasi Dengan Jemput Bola Pada Masa PPKM

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet memberikan penjelasan kepada warga Pei-pei akan pentingnya vaksin untuk mencegah virus corona.
Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet memberikan penjelasan kepada warga Pei-pei akan pentingnya vaksin untuk mencegah virus corona.

Pemerintah Bersama TNI/Polri di Kabupaten Kepulauan Mentawai Gelar Vaksinasi Dengan Jemput Bola Pada Masa PPKM

ppid.mentawaikab.go.id │PEI-PEI – Dalam rangka memastikan dan mempercepat progress vaksinasi di Bumi Sikerei, Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet didampingi Kapolres AKBP Mu’at, Dandim 0319 Letkol Czi Bagus Mardyanto, Anggota Dewan Stefanus Sabaggalet bersama tim medis melakukan sosialisasi sekaligus vaksinasi secara mobile dengan sistem jemput bola pada masa PPKM di Dusun Peipei Kecamatan Siberut Barat Daya beberapa waktu lalu.

Yudas meminta kepada seluruh pelayan publik dan masyarakat untuk bersedia divaksin.

“Negara lain saat ini sudah bebas tidak memakai masker karena 99% sudah divaksin semua. Jadi, kalau kita sudah divaksin dan kena virus, kategorinya ringan tidak sampai menimbulkan kematian. Jika tidak divaksin dan kena virus Corona, kategorinya bisa berat. Jika tidak divaksin, corona tidak berhenti, ekonomi lumpuh, tidak berkembang, dan tidak ada pembangunan,” tutur Yudas di kantor Camat Siberut Barat Daya beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, Ia menginstruksikan kepada jajaran dinas pendidikan, agar semua guru-guru TK/SD/SMP, keluarga petugas kesehatan, dan anggota Kecamatan juga perlu divaksin. 

“Saya meminta kepada Camat agar jemput bola warga yang divaksin, jangan tunggu mereka ke sini. 

Untuk pegawai resort dan warga asing yang sudah menetap di sini juga bisa divaksin, kecuali turis asing yang bertamu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Yudas juga meminta kepada Kepala Dusun agar membuat pos PPKM dan berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait. Sementara itu, petugas kesehatan menjamin berfungsinya pos PPKM tersebut yang akan dikawal oleh TNI/Polri.

Saat bersamaan, Stefanus Sabaggalet menekankan bahwa masyarakat wajib divaksin. 

“Saya ingatkan kepada tim medis agar betul-betul jemput bola ke warga untuk divaksin. Anak-anak sekolah juga usia 12 tahun ke atas sudah bisa divaksin,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Peipei, Benediktus Saeppu mengaku awalnya ragu dan takut divaksin.

Namun setelah mendengar sosialisasi pada hari itu, Ia dan keluarganya bersedia divaksin.

Selain memberi layanan vaksin pada momen tersebut, Pemerintah melalui BPBD juga turut membagikan 1.000 masker kepada warga di sana. (KS)

Posted in

Berita Lainnya