Bupati Mentawai Instruksikan Jajarannya Sosialisasikan PPKM Mikro Dengan Bahasa Humanis, Sopan dan Santun

Suasana Sosialisasi PPKM di Puskesmas Betaet
Suasana Sosialisasi PPKM di Puskesmas Betaet

Bupati Mentawai Instruksikan Jajarannya Sosialisasikan PPKM Mikro Dengan Bahasa Humanis, Sopan dan Santun

SASARAINAFM.COM | Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet instruksikan jajarannya dari tingkat Kecamatan, Desa dan Dusun bisa dengan cepat memberikan sosialisasi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di daerahnya dengan humanis, bahasa santun dan sopan.

Pesan Bupati itu dikatakan Asisten Administrasi Pemkab Mentawai Pudjo Rahardjo pada acara sosialisasi PPKM dan pelaksanaan vaksinasi yang digelar Satgas Percepatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Pemkab Mentawai di Puskesmas Betaet, dusun Betaet, desa Simalegi Siberut Barat, Minggu, (25/7).

” saya paham, aparat kecamatan, desa dan dusun pasti menghadapi berbagai kendala yang tidak memungkinkan di Betaet ini, tapi sesuai pesan Bapak Bupati tetaplah lakukan sosialisasi dengan cara pendekatan kepada masyarakat secara humanis, berbahasa sopan dan santun,” kata Pujo Rahardjo

Dibagian lain sambutannya, Pudjo juga menyampaikan pesan Bupati terkait penerapan protokol kesehatan yang harus diwujudkan setiap saat, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker secara benar, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas kegiatan, serta yang terpenting aparat kecamatan, desa maupun dusun bisa mengajak warganya untuk melakukan vaksinasi.

Sementara terkait pendirian Posko PPKM mikro di desa Simalegi yang masih belum terbentuk, Pudjo berharap agar Kades Simalegi segera melakukan koordinasi dengan warganya dan beri pengertian tentang pentingnya pembentukan PPKM.

” perlu kita pahami bersama, bahwa kita, bapak, ibu aparat kecamatan, desa, dusun para tenaga medis merupakan duta prokes, dalam rangka mendukung pencegahan dan penanganan covid-19, maka sudah selayaknya posko ppkm diwujudkan disini, meskipun secara sederhana,” tegas Pudjo

Sementara , Sekretaris Camat Siberut Barat Panukanan Saguntung mengeluhkan tentang rendahnya tingkat kedisiplinan warganya, meski sampai saat ini (Minggu,25/7) sudah tercatat ada 10 warga dusun Betaet yang sudah positif terpapar covid-19, dan kemungkinan besar akan bertambah lagi, namun warga yang terpapar tersebut masih juga melakukan aktifitas normal seperti biasa,  enggan mematuhi prokes, dan tidak melakukan isolasi mandiri secara baik.

” hari ini, sudah ada 10 warga positif, kita sudah minta mereka isoman, karena jujur kita belum punya tempat khusus untuk karantina, mereka melakukan isoman, tapi sorenya mereka tetap saja keluar, bahkan ada yang maen voli kalau sore, padahal mereka jelas jelas positif,” ujar Sekcam Panukanan mewakili Camat Siberut Barat yang berhalangan hadir dengan alasan badan kurang sehat.

Panukanan lebih lanjut mengatakan, kondisi di dusun Betaet dan pada umumnya di desa Simalegi memang memprihatinkan, mungkin sudah memasuki zona merah, namun masyarakat masih juga belum bisa menyadari, bahkan untuk mendirikan posko PPKM saja ditentang warga, karena persoalan lahan.

” saya jujur belum terpikirkan untuk mendirikan posko PPKM itu, tapi kami tetap semangat  melakukan kunjungan langsung kerumah rumah warga untuk mengajak mereka mau di swab, dan juga vaksin, ” ujar Panukanan.

Pernyataan Sekcam Panukanan itu dibenarkan oleh Kepala Desa Simalegi Meon. Meon menyebut meskipun anggaran untuk pembentukan PPKM mikro itu telah diatur pemerintah pusat sebesar 8% dari dana desa, namun pihaknya belum berani menggunakan sebelum adanya koordinasi dengan aparat desa, apalagi tidak lama lagi akan ada pelantikan  kades baru yang menggantikanya, Meon justru meminta agar Pemkab Mentawai melalui dinas kesehatan segera melakukan penambahan tenaga medis khususnya untuk puskesmas Betaet yang menurutnya masih sangat minim tenaga medisnya.

” Masalah ppkm ini nantilah kita bicarakan, tapi yang jelas kami minta perhatian dari kabupaten untuk bisa menambah tenaga medis di puskesmas betaet, soalnya saya kasihan mereka itu  kocar kacir, harus kesana kemari, karena tenaga medis terbatas,” ujar Meon

Karena tenaga medis itu terbatas, kata Meon, maka para tenaga medis yang ada hanya bisa menunggu, tidak bisa jemput bola menghampiri warga yang sakit atau terpapar,  sementara warga sendiri juga enggan datang ke puskesmas, karena saat ini di Betaet beredar isu warga takut ” di covid kan” kalau periksa di Puskesmas.

Hadir pada acara sosialisasi PPKM dan pelaksanaan vaksinasi yang digelar Satgas Percepatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Pemkab Mentawai ini antara lain Asisten Administrasi Pemkab Mentawai Pudjo Rahardjo,  Letda Inf. Safri Anwar Komandan Unit Intel Kodim 0319 Mentawai, mewakili Dandim 0319 Mentawai, Ipda Yulianus Iwan Purwanto,SH KBO Sat Intelkam Polres Mentawai mewakili Kapolres, Kornelius dari BPBD Mentawai.

Sementara dari kecamatan Siberut Barat  hadir Sekretaris camat Siberut Barat Panukanan Saguntung, Kades Simalegi, Meon, Dokter Azmat dari Puskesmas Betaet  beserta tim medis di puskesmas setempat. (Dio)

Posted in

Berita Lainnya